Kamis, 4 Juni 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Play Station YuriPlay Station Yuri
Play Station Yuri - Your source for the latest articles and insights
Beranda Gerakan Pangan Murah Jangkau 1.530 Titik di Semara...

Gerakan Pangan Murah Jangkau 1.530 Titik di Semarang

Semarang – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang menggelar Gerakan Pangan…

Semarang – Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Semarang menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak di tingkat rukun warga (RW). Kegiatan ini menjangkau 1.530 titik untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Beras Penyumbang Inflasi

Deputi Kepala Perwakilan BI Jateng, Andi Reina Sari, menyebut beras ikut menyumbang inflasi di Kota Semarang dalam dua bulan terakhir.

Baca Juga :Senam Bareng-Bagi Sayur Gratis di CFD Semarang

“Pada Juli 2025, inflasi tercatat 0,23 persen month to month. Bawang merah dan beras menjadi dua dari lima komoditas penyumbang inflasi terbesar, masing-masing 0,03 persen,” jelasnya.

Distribusi Lewat Mobil Kempling Semar

BI Jateng, Pemkot Semarang, Bulog, dan instansi terkait memanfaatkan mobil pangan Kempling Semar untuk mendistribusikan bahan pangan murah. Perusahaan meluncurkan mobil ini sebulan lalu.
“Dalam GPM ini tersedia beras SPHP sebanyak 75.545 kilogram, beras Pak Rahman 2.000 kilogram, minyak goreng 300 liter, telur ayam ras 300 kilogram, bawang merah dan bawang putih masing-masing 200 kilogram, serta gula pasir 200 kilogram,” ujar Andi.

Produk UMKM dan Tujuan Kegiatan

Baca Juga : Viral Nenenk Tinggal Sendirian Di Kampung Mati BanjarNegara

Selain bahan pokok, masyarakat dapat membeli produk UMKM lokal seperti olahan pangan, bumbu masak, dan produk khas daerah.
Andi berharap kehadiran UMKM memperkaya pilihan konsumen sekaligus menjadi ajang promosi usaha kecil. Menurutnya, GPM bukan sekadar penjualan pangan murah, tetapi juga langkah memperkuat rantai pasok, mengendalikan inflasi, dan meningkatkan ketahanan pangan daerah.

Apresiasi Pemkot Semarang

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengapresiasi seluruh pihak yang bersinergi menyukseskan GPM.
“Kegiatan ini bentuk kepedulian pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pangan strategis, terutama di tengah tren kenaikan harga beras,” katanya.
Agustina menegaskan perlunya melakukan intervensi seperti GPM secara rutin dan menjangkau seluruh wilayah.