Warta Jawa – Jembatan putus diterjang banjir di perbatasan Ponorogo–Trenggalek memaksa warga menyeberang menggunakan jembatan gantung darurat. Setiap langkah di atas jembatan darurat menjadi risiko karena kondisi tali dan papan penghubung rapuh akibat tergerus arus air yang deras.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Jembatan-Putus-Ponorogo-kereta-gantung-di-perbatasan-Ponorogo-Trenggalek.jpg)
Banjir yang melanda sungai setempat menyebabkan akses utama warga terputus. Warga bergantian menyeberang dengan hati-hati sambil membawa kendaraan motor atau bahan kebutuhan pokok. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tinggi karena arus sungai semakin deras setiap hujan turun.
Warga mengatakan mereka tidak punya pilihan lain selain menggunakan jembatan gantung darurat. Anak-anak, orang tua, dan pekerja harus tetap menyeberang demi aktivitas sehari-hari seperti sekolah, berjualan, atau bekerja. Beberapa warga mencoba memperkuat jembatan dengan tambahan papan atau tali agar lebih aman, namun tetap berisiko tinggi.
Pemerintah daerah setempat telah mendata lokasi terdampak dan berencana membangun jembatan permanen secepat mungkin. Sementara itu, petugas SAR dan aparat desa mengingatkan warga untuk menyeberang bergantian dan tidak memaksakan diri saat kondisi cuaca buruk. Mereka juga menyiagakan perahu karet sebagai cadangan jika jembatan darurat ambruk.
Jembatan putus ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah tentang pentingnya infrastruktur tangguh bencana. Warga berharap pembangunan jembatan permanen segera direalisasikan agar risiko hilangnya nyawa dapat diminimalkan.
Melalui kondisi darurat ini, warga perbatasan Ponorogo–Trenggalek menunjukkan keberanian dan kreativitas, tetapi kebutuhan solusi permanen tetap mendesak untuk keselamatan bersama.