Kamis, 4 Juni 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Play Station YuriPlay Station Yuri
Play Station Yuri - Your source for the latest articles and insights
Beranda Senam Bareng-Bagi Sayur Gratis di CFD Semarang

Senam Bareng-Bagi Sayur Gratis di CFD Semarang

Semarang – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah (Jateng) menggelar peringatan Hari Bakti Dokter…

Semarang – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah (Jateng) menggelar peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) di area Car Free Day (CFD) Kota Semarang. Kegiatan ini menghadirkan 34 stan pelayanan kesehatan gratis, hiburan musik, serta pembagian telur asin dan sayur untuk warga.

HBDI ke-117 berlangsung pagi ini di CFD Semarang, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. IDI Jateng membuka acara dengan senam bersama, lalu membagikan sayur kepada warga yang antusias membawanya pulang.

Baca Juga : Buruh Jahit Pekalongan Kaget Dikaitkan Transaksi Rp 2,9 Miliar

Ketua IDI Wilayah Jateng, dr Telogo Wismo Agung, mengatakan peringatan HBDI tahun ini mengusung tema ‘Berbakti untuk Negeri’.

“Kenapa ke-117? Karena perhitungannya dimulai sejak berdirinya Boedi Oetomo, ketika dokter berperan dalam perjuangan kemerdekaan,” ujar Telogo dalam sambutannya, Minggu (10/8/2025).
Ia menyebut, sejak pertama berdiri Boedi Oetomo hingga kini, terhitung sudah berjalan 117 tahun. Menurutnya, hal ini membuktikan Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran seorang dokter.Ketua Panitia HBDI Jateng, Susi Herawati menuturkan, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi 34 cabang IDI se-Jawa Tengah dan organisasi lintas profesi kesehatan. Sebanyak 24 rumah sakit ikut membuka layanan kesehatan untuk masyarakat.

“Kami buktikan bahwa dokter tetap hadir di tengah masyarakat. Kami juga menggandeng UMKM lokal, seperti untuk pembagian telur asin dan sayur gratis,” kata Susi.

Baca Juga : Viral Nenenk Tinggal Sendirian Di Kampung Mati BanjarNegara

Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Elhamangto Zudhan, mengapresiasi dedikasi para dokter di tengah tantangan sistem kesehatan. Ia menilai, kolaborasi organisasi profesi dan pemerintah daerah menjadi kunci peningkatan kualitas layanan.

“Perkembangan zaman membawa tantangan baru, mulai dari perubahan regulasi, disrupsi teknologi kesehatan, hingga kesenjangan akses layanan. Melalui HBDI, mari kita jadikan momen ini sebagai motivasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujar Elhamangto

Baca Juga: Wisata Kita Medi